Config NetLoop VPN Android work 30 Maret 2016

Di artikel sebelumnya saya sudah membagikan config HTTP INJECTOR Unlock SSH untuk ISAT, jika belum download, ikuti link berikut ini http://...

Perbedaan Malas dan Bosan

14:42:00
"Waspadalah jika Anda mudah jenuh atau gampang bosan! Bakat leadership Anda
mungkin cukup tinggi."*

Semalam, setelah menyiapkan materi leadership "Tranforming Leaders" untuk
para anggota dewan, saya merenungi sesuatu. Sesuatu yang benar-benar menarik
karena menciptakan sebuah cara pandang baru. Cara pandang yang menurut saya
lebih empowering alias memberdayakan. Cara pandang yang bisa merubah
paradigma kita selama ini tentang rasa bosan. Saya lalu mengupdate status
dengan ungkapan sebagaimana paragraf pertama di atas.

John Adair, dalam salah satu buku leadershipnya, mengungkapkan bahwa salah
satu karakteristik seorang leader yang ideal dan terus tumbuh, adalah
memiliki kualitas *toughness* atau keras hati (dan mungkin juga keras
kepala) yang sehat. Para leader dengan kualitas pribadi yang demikian,
adalah mereka yang *demanding* alias penuntut, dan pada saat yang sama
sering merasa *tidak nyaman* di dalam lingkungannya.

Ya, *tidak nyaman* alias *bosenan*!

Rasa tidak nyaman itu muncul karena *standar tinggi* yang mereka ciptakan
sendiri. Segala hal di sekitar mereka, cenderung lebih cepat menjadi
membosankan karena di mata mereka semua itu segera menjadi *di bawah standar
*.

Rasa tidak nyaman inilah yang seringkali menciptakan fenomena "out of the
box", "terobosan", "breakthrough" , "kreatifitas" , "trend", dan sebagainya.
Dengan kata lain, kebosanan yang dikontrol dengan baik dan terarah sangat
mungkin akan menciptakan fenomena *kebangkitan *atau *terobosan*.

Maka, jika Anda mulai merasa *bosan* dengan pekerjaan, profesi, atau bisnis
Anda saat ini, waspadalah! Anda mungkin punya bakat *leadership* yang
tinggi. Jika Anda bisa mengontrol, menginvestigasi, dan mengelola kebosanan
dengan *baik dan terarah*, sangat mungkin rasa bosan Anda itu, yang selama
ini adalah "*kendala*" dan "*masalah*", akan berbalik 180 derajat menjadi "*
peluang*" dan "*tantangan* ".

Agar kita bisa melakukan pergeseran "paradigma kebosanan" dari *masalah*
dan *kendala*, menjadi *peluang* dan *tantangan*, maka poin-poin berikut
ini layak Anda pertimbangkan.

1. Segala sesuatu tidak diciptakan dengan *sia-sia*. Segala sesuatu punya *
makna* untuk *memantaskan* dan *membesarkan* Anda.

2. Rasa *bosan* harus dibedakan dari rasa *malas*.

3. Kemampuan membedakan *bosan* dari *malas*, bisa berarti *perbedaan
besar* dalam
hidup Anda, saat ini dan di masa depan.

*BOSAN*

Jika Anda merasa bosan, Anda cenderung meninggalkan *yang ada* dan mencari
yang *baru*. Anda cenderung melupakan yang *di tangan* dan mulai mencari *dunia
luar*. Jika Anda bosan, apa yang ada mulai terasa *tidak nyaman*, dan
kemudian Anda mulai mencari-cari *alternatif* . Anda bosan jika Anda
merasakan sesuatu yang *monoton* dan *begitu-begitu saja*.

Anda harus memastikan, apakah Anda benar-benar merasa *bosan* atau hanya
merasa *malas*. Anda harus melakukan uji kriteria.

Yang berikut ini adalah pertanyaan yang merupakan turunan dari konsep John
Adair, tentang elemen mutlak di dalam leadership, yaitu *The Leader*, *The
Situation*, *The Team*.

*"Apa yang sebenarnya saya inginkan?"
"Apa yang bisa saya lakukan sekarang?"
"Siapa yang bisa membantu saya?"*

*The Team* - Pertanyaan terakhir itu krusial, sebab ciri dari seorang leader
adalah kemampuannya untuk mendapatkan *pengikut* dan *pendukung*.

*The Situation* - Pertanyaan yang di tengah juga krusial, sebab memulai
segala bentuk transformasi harus dimulai dari *diri sendiri*.

*The Leader* - This is You - Pertanyaan pertama paling krusial, sebab itu
adalah tentang *kejelasan visi* alias vision clarity. Paling krusial karena
secara langsung mengacu kepada *eksistensi* dan *tujuan keberadaan diri*.

Jika jawaban yang Anda peroleh dari ketiga pertanyaan itu, ternyata masih
terkait sangat erat dengan segala hal yang melekat pada diri Anda saat ini,
yaitu pekerjaan Anda, profesi Anda, karir Anda, bisnis Anda, lingkungan dan
organisasi Anda, maka bisa jadi; Anda cuma *malas*!

Jika Anda *yakin* bahwa jawaban Anda memang mengacu kepada berbagai hal *
baru* dan berada *di luar sana*, maka sangat mungkin Anda perlu menetapkan
ulang *visi* dan *misi* Anda.

*Bosan* adalah tentang *kejelasan visi*, tentang *keyakinan* dan tentang *
keterikatan* Anda pada visi itu.

*Bosan* adalah tentang *WHAT*.

*MALAS*

Secara sederhana, fenomena kemalasan bisa dideskripsikan begini.

Anda tahu bahwa itu *baik*, *pantas*, dan *layak* untuk Anda. Anda *berhak*,
Anda sebenarnya *menginginkannya* , dan Anda sebenarnya *tahu* bahwa Anda
memang *bisa* mendapatkannya.

Anda hanya sedang terkooptasi oleh keadaan temporer. Anda hanya sedang
kebingungan dalam memilih *cara* untuk menuju ke sana. Dalam konteks ini,
Anda hanya perlu berfokus untuk kreatif dalam menjawab pertanyaan yang di
tengah.

*"Apa yang sekarang bisa saya sikapi, putuskan, dan lakukan tentang semua
ini?"*

*Malas* adalah tentang *motivasi*.

*Malas* adalah tentang *HOW*.

Waspadalah dalam mengindentifikasi perasaan Anda.

Bosan adalah tentang *vision clarity*, malas adalah tentang *motivasi*.
Bosan adalah tentang *WHAT*, malas adalah tentang *HOW*.

Semoga bermanfaat.

Ditulis Oleh : ARIF'S ~ Arif Wong Ndeso

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul

Perbedaan Malas dan Bosan

URL : http://news.arifwongndeso.web.id/2009/12/perbedaan-malas-dan-bosan.html

Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk anda, Mohon maaf apabila konten yang anda baca rusak atau salah dalam penulisan. Jika ada pertanyaan, kritik, dan saran yang ingin di sampaikan silahkan tulis di kotak komentar

:: Terima Kasih, TTD: Arif Wong Ndeso ::

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Rekomendasi Untuk Anda close button minimize button maximize button

23 comments

Write comments
Sinta Nurlia
AUTHOR
26 December 2009 at 14:49 delete

kalau merut aku malas dan bosan tu gak da bedanya

Reply
avatar
pelangi anak
AUTHOR
26 December 2009 at 21:06 delete

BOSAN DAN MALAS, DUA SISI YANG SELALU BERDAMPINGAN DAN PERLU DIPAHAMI LETAK PERBEDAANNYA.

TERIMAKASIH ATAS SHARINGNYA YANG MENARIK DAN BERBOBOT.

Reply
avatar
heru
AUTHOR
26 December 2009 at 21:48 delete

malas selalu muncul dalam otak kita sendi sedangkan bosan selalu muncul dalam hati

Reply
avatar
Ivan Kavalera
AUTHOR
26 December 2009 at 22:46 delete

malas itu faktor adrenalin dan niat. bosan adalah elemen alamiah dari manusia terhadap kondisi sekitar.

Reply
avatar
gak mutu
AUTHOR
26 December 2009 at 23:59 delete

biasanya kebosanan akan timbul kemalasan terhapap apa yang dilakukan ...

jadi diperlukan sebuah refreshing otak ...

Reply
avatar
ARIF'S
AUTHOR
27 December 2009 at 00:21 delete

#ALL : terimakasih atas komentar kalian semua semoga persahabatan didunia maya ini tetap terjaga, jangan bosan untuk berkomentar ya thanks

Reply
avatar
Asep sukarman
AUTHOR
27 December 2009 at 02:42 delete

info menarik nie saya seneng bisa koment di sini sering seringa berkunjung isi shotmix lanksung menuju post, insya allah saya datang kembali memenuhi undangan serta memberi komentar pada postingan selanjutnya

terimakasih semoga berkenan

Reply
avatar
ARIF'S
AUTHOR
27 December 2009 at 03:21 delete

#Asep : terimakasih sob udah mau koment di sini

Reply
avatar
27 December 2009 at 06:23 delete

Apa benar ya?

Malas karena Bosan,
dan
Bosan karena malas.

Walah nyambung gak yo?

Reply
avatar
27 December 2009 at 06:24 delete

Mas Arief...?

( Semalam, setelah menyiapkan materi leadership "Tranforming Leaders" untuk
para anggota dewan, )

Memangnya mas arief terjun politik ya?

Reply
avatar
ARIF'S
AUTHOR
27 December 2009 at 09:25 delete

#kluwan dot com : itu kan artikel hasil copas, link sumber ada di bawah posting. lagi males ngetik nih

Reply
avatar
AmruSite
AUTHOR
27 December 2009 at 23:51 delete

Wah.. sip mas.
Btw photone mirip shafa mas (Nikita Willy) hihii..
Jan siip...

Reply
avatar
AmruSite
AUTHOR
28 December 2009 at 10:38 delete

Rasa bosan biasanya jika kita melihat, mendengar dan merasakan sesuatu yang cukup lama (relatif), dan rasa bosan itu akan muncul dg sendirinya dalam segala hal. Mudah2an tidak untuk keluarga kita kelak, hihii... Amiin,
Bahaya itu kalau sampai bosan.

Reply
avatar
AmruSite
AUTHOR
28 December 2009 at 10:40 delete This comment has been removed by the author.
avatar
AmruSite
AUTHOR
28 December 2009 at 10:43 delete

Sory mas arif tak hapus komenku td krn salah. hihii..
->Kalau rasa malas itu sering sekali terjadi dalam kehidupan sehari2. Contoh yg paling gampang adalah 'malas bangun tidur' hihii.. (kok tahu sih?). Shalat shubuh malah nunggu matahari mengintip. hihii..
Mudah2an tidak lah.
Salah satu penyakit yang paling membahayakan buat masa depan kita adalah malas..
So, semangat lah, semangats..

Reply
avatar
Rahad 2 Six
AUTHOR
28 December 2009 at 10:56 delete

iya,sering kali aku merasa bosen ngeblog trus ke kaskus,bosen ngaskus ngeblog....
kalo males ya beda banget lah....males ngeblog ya udah males ngapa-ngapain....
setuju pokoknya

Reply
avatar
Inazetty
AUTHOR
28 December 2009 at 11:47 delete

jadi aku enggak perlu malas untuk komentar...

Reply
avatar
ARIF'S
AUTHOR
28 December 2009 at 14:28 delete

#Amru : ok sob thank's

#Rahad : Siiip lah

#Ina : ya harus ga malas kalau masalah komentar sob

Reply
avatar
Doctor
AUTHOR
28 December 2009 at 17:55 delete

hmmmmmm...... i see! ur article make me lazy!

Reply
avatar
Pujiantoro
AUTHOR
28 December 2009 at 20:18 delete

gambar model phonya menggairahkan,hehehehe

Reply
avatar
ARIF'S
AUTHOR
29 December 2009 at 00:38 delete

#Doctor & Pujiantoro
thank's atas comment-nya

Reply
avatar
Rizky2009
AUTHOR
29 December 2009 at 14:18 delete

kalau malas itu masih bisa d maklumi sob,mash ada kemungkinan aktiv lagi, tapi kalau udah bosan.... jangan d tanyakan lagi sob.....

Reply
avatar
Roy
AUTHOR
5 January 2010 at 02:38 delete

jika bicara malas....bagaikan musibah yang selalu menimpaku...

Reply
avatar

Maaf untuk komentar saya aktifkan moderasi, ini untuk menghindari komentar spam yg tidak berhubungan dengan artikel yag di komentari. EmoticonEmoticon